Postingan

Apa Judulnya?

Perkara mencintai kadang sulit aku tebak arahnya kemana. Akupun bingung sendiri, ini beneran perasaan jatuh cinta yang benar-benar sedalam itu atau ini hanya tuntutan kesepian semata? Gak ada jawaban. Makin hari rasanya makin lost control . Kalau sudah begini, aku coba tarik nafas buat nenangin diri sambil kasih tau kediri kalau aku sudah sejauh ini berjalan, aku juga hebat karena mampu bertahan dan terus melewati setiap bagiannya.  Kadang aku suka protest kediriku, "Desi, kamu akan terus-terusan merasakan perasaan seperti ini karena memang ini adalah titipan dari-Nya". Tapi aku juga merasa gak adil karena akupun gak bisa berbuat apa-apa lagi. Ya sebelumnya sudah semati-matian itu buat berusaha bangkit dan menyadari semuanya. Bukan cuma soal protes, aku juga capek. Pengen banget berhenti atau diganti tokoh lain gitu yang lebih berpihak padaku. Tapi yah, lagi-lagi gak punya kendali, cuma bisa ngendaliin diri sendiri aja.  Sempat juga mikir kalau jatuh cinta semenyebalkan ini y...

Coffee Teen

Catatan Interaksi Sabtu, 13 Januari 2025. 14.30 WIB Suasana biru terlihat dari luar saat aku pertama kali memarkirkan motorku di sebuah tempat di dalam lorong, entah apa sebutannya untuk sebuah jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Lorong? Gang? Entahlah, eits… itu tidak penting. Kembali ketopik, dari luar tampak papan tulis hitam yang bertuliskan ‘Welcome 3rd Annive’ berjajar rapi di depan pintu masuk, berbaris dengan satu pot hitam yang berisi tumbuhan dedaunan berwarna hijau, mungkin bunga atau apa? Tidak tahu.  Aku melangkah masuk, satu suara menyapa “Selamat datang di Coffee Teen, Mbak.” Aku menoleh dan melempar senyum, lalu mataku memperhatikan seisi kafe. Pojok kanan ditempeli secara bersusun beberapa lukisan cat air pada kertas sketsa. Lukisan ini hampir memenuhi pojok tembok dan yang membuatnya menarik adalah warna-warni dari lukisan yang disusun acak. Bangku-bangku masih tersusun dalam rangkaian yang sama pun meja masih berada di posisi terbalik. “Kita ...

Pertemuan, kehilangan dan rindu

Tak akan pernah sampai pada arti kata hadir jika tak menemui kehilangan. Seringkali dilenakan oleh pertemuan yang membuat perpisahan terasa berat. Perpisahan yang datang tidak pada saat yang tepat. Disaat harusnya diri telah bersiap menyediakan bahu yang kuat, hati yang lapang dan mata yang akan terus memandang bahwa hidup terus berjalan apapun keadaannya.  Meski kehilangan menyesakkan dan menyisahkan duka, tetap saja Tuhan Maha Tahu Segalanya yang terbaik bagi hamba-Nya. Boleh saja air mata menangis kepergian tapi tidak untuk menyesali perbuatan. Masa yang berlalu telah terukir menjadi sebuah kenangan yang hangat kala ditatap melalui album foto bahkan video bersuara dan bergambar, kadang sesekali tetesan air hangat menyelinap dari balik mata.   Perjalanan membersamai bukan selamanya, selama masih bersama maka kenang setiap detik pertemuan, setiap inci tatapan lekat serta sentuhan hangat yang didalamnya lalu mengalirlah doa sepanjang tubuh yang menguntai kelangit.  P...