Coffee Teen
Catatan Interaksi Sabtu, 13 Januari 2025. 14.30 WIB Suasana biru terlihat dari luar saat aku pertama kali memarkirkan motorku di sebuah tempat di dalam lorong, entah apa sebutannya untuk sebuah jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan roda empat. Lorong? Gang? Entahlah, eits… itu tidak penting. Kembali ketopik, dari luar tampak papan tulis hitam yang bertuliskan ‘Welcome 3rd Annive’ berjajar rapi di depan pintu masuk, berbaris dengan satu pot hitam yang berisi tumbuhan dedaunan berwarna hijau, mungkin bunga atau apa? Tidak tahu. Aku melangkah masuk, satu suara menyapa “Selamat datang di Coffee Teen, Mbak.” Aku menoleh dan melempar senyum, lalu mataku memperhatikan seisi kafe. Pojok kanan ditempeli secara bersusun beberapa lukisan cat air pada kertas sketsa. Lukisan ini hampir memenuhi pojok tembok dan yang membuatnya menarik adalah warna-warni dari lukisan yang disusun acak. Bangku-bangku masih tersusun dalam rangkaian yang sama pun meja masih berada di posisi terbalik. “Kita ...